welcome ^_^


Trimakasih Telah Berkunjung ^_^

Minggu, 28 Oktober 2012

Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Saat  kita melakukan suatu observasi terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di sekitar lapangan terbuka yang masih alami, halaman sekolah, atau taman rekreasi. Di sana mungkin kita melihat kupu-kupu yang terbang tinggi dan hinggap dari bunga ke bunga lainnya, capung yang beraneka ragam, laba-laba menyergap mangsa yang terperangkap di bawah jalanya, atau burung-burung yang bertengger di dahan kayu sambil mencari makanannya. Semua itu contoh interaksi antar spesies di alam. Manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan, hewan dan tumbuhan, serta terdapat hubungan saling ketergantungan diantaranya. peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan sangat di butuhkan.
Setiap komponen selalu berintertaksi membentuk hubungan yang saling ketergantungan, dalam hubungan ketergantungannya terdapat Rangkaian perubahan bentuk unsur-unsur kimia yang melibatkan komponen-komponen biotik dan abiotik yang di sebut dengan BioGeoKimia misalnya makhluk hidup memerlukan udara untuk bernapas, tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk berfotosintesis. Selain itu ketergantungan komponen abiotik terhadap komponen biotik, misalnya cacing tanah menggemburkan tanah, tumbuhan untuk menahan erosi, tumbuhan hijau untuk mengurangi pencemaran udara. Dalam keseharian mahluk hidup, sering terjadi interaksi, baik interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya maupun interkasi mahluk hidup dengan mahluk hidup yang lain. Interaksi yang terjadi antara mahluk hidup yang satu dengan mahluk hidup yang lain, kadang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain, adapula yang menguntungkan satu pihak sementara yang lain tidak dirugikan dan adapula interaksi yang sama-sama menguntungkan komponen. Dalam makalah ini akan di bahas secara lebih luas tentang apa itu interaksi dan macam-macamnya.



B.            Rumusan masalah

  1. Apa pengertian biogeokimia?
  2. Apa pengertian interaksi dalam ekosistem?
  3. Apa pengertian simbiosis dalam ekosistem ?
  4. Apa pengertian kompetisi dalam ekosistem?
  5. Apa pengertian predasi dalam ekosistem?
  6. Apa pengertian netral dalam ekosistem?
  7. Apa sajakah macam-macam proses biogeokimia, interaksi, simbiosis, kmpetisi, predasi dan netral?
  8. Bagaimana proses Biogeokimia dalam ekosisitem?

C.           Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem (Interaksi Simbiosis, Kompetisi, Predasi, Netral), kita diharapkan dapat:
1.      Mangetahui pengertian biogeokimia.
2.      Mengetahui pengertian Interaksi Simbiosis, Kompetisi, Predasi, dan Netral dalam ekosistem.
3.      Mengetahui apa macam-macam dari proses biogeokimia, Interaksi, Simbiosis, Kompetisi, Predasi, dan Netral dalam ekosistem.
4.      Mengetahui bagaimana proses biogeokimia dalam ekosisitem.









BAB II
PEMBAHASAN
Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem dan
(Interaksi,  Simbiosis, Kompetisi, Predasi, Netral)

A.           Pengertian Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem dan (Interaksi, Simbiosis, Kompetisi, Predasi dan Netral)
1.    Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem
Proses adalah runtunan perubahan peristiwa dalam perkembangan sesuatu (Muhammad Ali,..:325). Menurut Harliyono Biogeokimia adalah  pertukaran atau perubahan yang terus menerus terjai antar komponen, Sedangkan Ekosistem merupakan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya. Menutrut Erwin Schrödinger Biogeokimia adalah pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa proses Biogeokimia dalam ekosistem adalah Rangkaian perubahan bentuk unsur-unsur kimia yang melibatkan komponen-komponen biotik dan abiotik. Fungsi Biogekimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan unsur-unsur kima yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotic maupun abotik sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. Contoh dari daur biogeokimia terdapat pada sawah, sawah adalah contoh ekosistem yang melibatkan daur biogeokimia.
Daur biogeokimia melibatkan beberapa unsur-unsur kimia dan juga makhuk hidup serta ekosistem yang menjadi tempat berlangsungnya daur biogeokimia. Salah satu contoh dari unsur kimia yang terlibat dalam daur biogeokimia adalah Oksigen. Oksigen adalah gas yang digunakan oleh makhluk hidup untuk bernafas sehingga disuatu ekosistem terdapat gas oksigen (Harliyono, 1999: 191)

2.    Interaksi Dalam Ekosistem
Interaksi adalah hubungan yang terjadi antara mahluk hidup. Interaksi makhluk hidup terjadi di dalam ekosistem, baik saling menguntungkan salah satu pihak maupun merugikan salah satu pihak. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan pada suatu ekosistem bersifat khusus. Artinya interaksi komunitas di lingkungan kutub berbeda dengan interaksi komunitas di lingkungan tropis. Komunitas yang dipengaruhi oleh lingkungan abiotik yang spesifik menghasilkan ekosistem yang spesifik pula.
Interaksi terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga makhluk hidup akan bergantung dengan makhluk hidup yang lainnya. Diantara tiap komponen penyusun ekosistem terjadi interaksi: antar organisme, antar populasi, antar komunitas, antara komponen biotik dan komponen abiotik. (Indun Kistinah & Endang Sri Lestari. 2009:327)

3.    Simbiosis Dalam Ekosistem
Simbiosis berasal dari bahasaa Yunani  sym  yang  berarti  dengan  dan  biosis yang berarti kehidupan. Simbiosis adalah interaksi diantara dua makhluk hidup (organisme) yang hidup saling berdampingan. Simbiosis dapat diartikan juga sebagai pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. Sedangkan makhluk hidup yang melakukan simbiosis dinamakan Simbion. (Zaipuin Arahim, 2004: 57)  
4.    Kompetisi Dalam Ekosistem
Kompetisi adalah kata kerja intransitive yang berarti tidak membutuhkan objek sebagai korban kecuali ditambah dengan pasangan kata lain seperti against (melawan), over (atas), atau with (dengan). Tambahan itu pilihan hidup dan bisa disesuaikan dengan kepentingan keadaan menurut versi tertentu.
Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.
Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama. Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa kompetisi adalah persaingan antarmakluk hidup dalamsuatu ekosistem karena adanya kebutuhan hidup yang sama.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa Kompetisi dalam istilah biologi berarti persaingan dua organisme atau lebih untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka.
Kompetisi dapat berakibat positif atau negatif bagi salah satu pihak organisme atau bahakan berakibat negatif bagi keduanya. Kompetisi tidak selalu salah dan diperlukan dalam ekosistem, untuk menunjang daya dukung lingkungan dengan mengurangi ledakan populasi hewan yang berkompetisi
Beberapa spesies dapat hidup berdampingan di dalam sebuah komunitas sepanjang mereka mempunyai kebutuhan yang berbeda dalam suatu relung ekologi, meskipun relung mereka saling tumpang tindih. Kehidupan demikian dapat terpenuhi selama kebutuhan hidup terhadap sumber yang sama tersedia dalam jumlah yang berlebihan. Akan tetapi jika sumber kebutuhan terbatas, maka hubungan antarspesies akan berubah menjadi suatu bentuk persaingan atau kompetisi. Kompetisi adalah interaksi antara dua makhluk hidup yang mengakibatkan kedua makhluk hidup tersebut mengalami kerugian. Adapun kebutuhan hidup yang sering diperebutkan antara lain, adalah makanan, tempat berlindung, tempat bersarang, sumber air, danpasangan untuk kawin. Semakin besar tumpang tindih relung ekologi, semakin sering terjadi kompetisi. Bentuk kompetisi yang terjadi berupa kompetisi intraspesifik (kompetisi antar anggota satu spesies), contohnya jenis burung di hutan yang memakan serangga yang sama.


5.    predasi Dalam Ekosistem
Predasi yaitu hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa. Predasi  Merupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada predasi, umumnya satu spesies memakan spesies lainnya. Ada juga beberapa hewan memangsa sesama jenisnya (sifat kanibalisme). Makhluk hidup yang memakan disebut pemangsa (predator), sedangkan makhluk hidup yang dimakan disebut mangsa (prey). Predasi tidak terbatas antar hewan, tetap juga dapat terjadi pada herbivora dan tumbuhan. Pada predasi antar hewan, predator kebanyakan berukuran lebih besar daripada mangsanya. Contohnya adalah hubungan antara rusa dengan singa. Meskipun tampaknya kejam, hubungan predasi diperlukan untuk mengendalikan jumlah populasi mangsa. Kita tentu tahu bahwa rusa dapat berkembang biak dengan cepat. Jika sebagian populasi rusa tidak dimakan oleh singa, maka rusa-rusa itu dapat kekurangan makanan.

6.    Netral Dalam Ekosistem
Netral yaitu sesuatu yang tidak saling memengaruhi. Netralisme terjadi apabila misinya berbeda. Namun sesungguhnya hubungan yang benar-benar netral tidak ada, sebab setiap organisme memerlukan komponen abiotik (udara, ruangan, air, dan cahaya) yang sama, sehingga timbul persaingan. Selain itu setiap organisme juga mengeluarkan zat sisa yang dapat mengganggu organisme lain. Contoh hubungan netral ini adalah hubungan antara kambing dan ayam yang dipelihara manusia dalam kandang yang berdekatan.
Netralisme adalah hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi. Hal ini dapat terjadi pada kepadatan populasi yang sangat rendah atau secara fisik dipisahkan dalam mikrohabitat, serta populasi yang keluar dari habitat alamiahnya.


B.            Macam-macam Proses Biogeokimia Dalam Ekosistem, Interaksi, Simbiosis dan Kompetisi
1.    Proses biogeokimia
Macam-macam proses Biogeokimia dalam  Ekosistem:
a). Proses biologis dan geologis, merupakan mengubah unsur-unsur kimia dari  bentuk organik dan anorganik
b). Kecepatan dekomposisi, artinya bahan organik menentukan kecepatan pendauran unsur.
c).    Proses unsur, proses ini sangat dikendalikan oleh tanaman
2.    Interaksi
Macam-macam Interaksi antara lain: (Indun Kistinah & Endang Sri Lestari. 2009:327)
a)        Interaksi antar organisme. Jenis interaksi antar organisme antara lain: mutualisme, komensalisme, Predasi, kompetisi, Parasitisme, Netral .
b)         Interaksi antar populasi. Contoh interaksi antar populasi adalah alelopati, yaitu interaksi antar populasi di mana populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi yang lain. Pada mikrorganisme, alelopati dikenal dengan istila anabiosa. Misalnya: Rumput teki menghasilkan zat kimai yang bersifat toxic yang dapat menghalangi tumbuhan yang lainnya, Jamur Penicillium sp menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
c)         Interaksi antar komunitas. Interaksi antar komunitas cukup kompleks karena tidak hanya melibatkan organisme, tetapi juga aliran enrgi dan makanan. Interaksi ini dapat diamti pada daur carbon (karena melibatkan ekosistem yang berbeda (laut dan darat).
d)         Interaksi antar komponen biotik dan abiotik. Interaksi ini menyebabkan terjadinya aliran energi dalam ekosistem. Selain aliran energi di dalam ekosistem juga terdapat struktur atau tingkatan trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan demikian ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya.

3.    Simbiosis
Hubungan simbiosis ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut: (Zaipuin Arahim, 2004: 57)
a)             Simbiosis Mutualisme. Simbiosis mutualisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang saling menguntungkan. Contohnya adalah kupu-kupu dengan tumbuhan berbunga. Kupu-kupu memperoleh madu dari bunga sedangkan tumbuhan berbunga dibantu proses penyerbukannya. Simbiosis mutualisme juga terjadi antara manusia dengan bakteri Eschericia coli yang hidup di usus. Bakteri tersebut menghasilkan vitamin K yang berperan pada proses pembekuan darah manusia. Sedangkan manusia memberikan perlindungan, makanan, dan lingkungan yang cocok bagi bakteri di dalam usus.
b)              Simbiosis Komensalisme. Simbiosis komensalisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme di mana yang satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan saat saling berinteraksi. Contohnya adalah tanaman anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Tanaman anggrek diuntungkan karena dapat hidup di pohon yang ditumpanginya, sedangkan pohon tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian apapun dari hadirnya tanaman anggrek.
c)             Simbiosis Parasitisme. Simbiosis parasitisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang merugikan salah satu pihak, sedangkan pihak yang lain diuntungkan saat berinteraksi. Contohnya adalah tumbuhan tali putri dan benalu dengan inangnya. Tali putri tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga mengambil sari makanan dari tumbuhan inang. Contoh lain adalah kutu yang hidup pada kulit hewan. Kutu mendapat untung karena mengisap darah, sebaliknya hewan dirugikan karena darahnya diisap dan menjadi gatal-gatal.

4.    Kompetisi
Berdasarkan kebutuhannya, kompetisi dibagi menjadi 2 yaitu:
a)      Kompetisi teritorial yaitu kompetisi untuk memperebutkan wilayah atau teritori tempat tinggal organisme, hal ini berkaitan dengan kompetisi selanjutnya.
b)       Kompetisi makanan yaitu kompetisi untuk memperebutkan mangsa atau makanan dari wilayah-wilayah buruan.
   Sedangkan berdasarkan jenisnya Kompetisi juga dapat dibagi dua  yaitu:
a)      kompetisi internal adalah kompetisi pada organisme dalam satu spesies,
b)       kompetisi eksternal adalah kompetisi pada organisme yang berbeda spesiesnya.  

C.           Proses Biogeokimia Dalam Ekosisitem
Dalam proses biogeokimia melibatkan makhluk hidup, tanah, dan reaksi-reaksi kimia di dalamnya. Itulah yang dimaksud sebagai proses  biogeokimia. Berikut ini akan dibahas macam-macam proses daur biogeokimia yang ada di alam ini, antara lain: (indun kistianah & endang sru lestari. 2009:338)

1.  Proses Daur Nitrogen
Gas nitrogen ikatannya stabil dan sulit bereaksi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh makhluk hidup. Nitrogen dalam tubuh makhluk hidup merupakan komponen penyusun asam amino yang akan membentuk protein. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat atau petir membentuk nitrat (NO). Tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit ataupun nitrat dari dalam tanah untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Ketika tumbuhan dimakan oleh herbivora, nitrogen yang ada akan berpindah ke tubuh hewan tersebut bersama makanan. Ketika tumbuhan dan hewan mati ataupun sisa hasil ekskresi hewan (urine) akan diuraikan oleh dekomposer menjadi amonium dan amonia. Oleh bakteri nitrit (contohnya Nitrosomonas), amonia akan diubah menjadi nitrit, proses ini disebut sebagai nitritasi. Kemudian, nitrit dengan bantuan bakteri nitrat (contohnya Nitrobacter) akan diubah menjadi nitrat, proses ini disebut sebagai proses nitratasi. Peristiwa proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri disebut sebagai proses nitrifikasi.

2.   Proses Daur Fosfor
Unsur fosfor merupakan unsur yang penting bagi kehidupan, tetapi persediaannya sangat terbatas. Dengan kemampuannya untuk membentuk ikatan kimia berenergi tinggi, fosfor sangat penting dalam transformasi energi pada semua organisme. Sumber fosfor terbesar dari batuan dan endapan-endapan yang berasal dari sisa makhluk hidup. Sumber ini lambat laun akan mengalami pelapukan dan erosis, bersamaan dengan itu fosfor akan dilepaskan ke dalam ekosistem. Tetapi sebagian besar senyawa fosfor akan hilang ke perairan dan diendapkan. Fosfor dalam tubuh merupakan unsur penyusun tulang, gigi, DNA atau RNA, dan protein. Daur fosfor dimulai dari adanya fosfat anorganik yang berada di tanah yang diserap oleh tumbuhan. Hewan yang memakan tumbuhan akan memperoleh fosfor dari tumbuhan yang dimakannya. Tumbuhan atau hewan yang mati ataupun sisa ekskresi hewan (urine dan feses) yang berada di tanah, oleh bakteri pengurai akan menguraikan fosfat organik menjadi fosfat anorganik yang akan dilepaskan ke ekosistem.

3.       Proses Daur Belerang (Sulfur)
Belerang dalam tubuh organisme merupakan unsur penyusun protein. Di alam, sulfur (belerang) terkandung dalam tanah dalam bentuk mineral tanah dan di udara dalam bentuk SO atau gas sulfur dioksida. Ketika gas sulfur dioksida yang berada di udara bersenyawa dengan oksigen dan air, akan membentuk asam sulfat yang ketika jatuh ke tanah akan menjadi bentuk ion-ion sulfat (SO4 2- ). Kemudian ion-ion sulfat tadi akan diserap oleh tumbuhan untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Ketika manusia atau hewan memakan tumbuhan, maka akan terjadi perpindahan unsur belerang dari tumbuhan ke tubuh hewan atau manusia. Ketika hewan atau tumbuhan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri dan jamur pengurai dan menghasilkan bau busuk, yaitu gas hidrogen sulfida (H2S) yang akan dilepas ke udara dan sebagian tetap ada di dalam tanah. Gas hidrogen sulfida yang ada di udara akan bersenyawa dengan oksigen membentuk sulfur oksida, dan yang di tanah oleh bakteri tanah akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oksida yang nanti akan diserap kembali oleh tumbuhan.

4.             Proses Daur Karbon
Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu bara, dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batu bara di dalam tanah. Batu bara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar CO2 di udara. Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah CO2 di air. Lintasan arus utama siklus karbon adalah dari atmosfer atau hidrosfer ke dalam jasad hidup, kemudian kembali lagi ke atmosfer atau hidrosfer (Istimar Syamsuri 2007:171)

5.          Proses Daur Hidrologi (Air)
Pemanasan air samudra oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, hujan gerimis, atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas, atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: (Istimar Syamsuri 2007:172)
a. Evaporasi (transpirasi).
Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan sebagainya, kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es, dan kabut.
b. Infiltrasi (perkolasi)
Ke dalam tanah air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju permukaan air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler, atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
c. Air permukaan.
Air bergerak di atas permukaan tanah, dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai lahan maka makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju lau.














Kesimpulan

Ø  Proses Biogeokimia adalah suatu proses atau perputaran (daur) yang didalamnya berlangsung penggunaan dan pelepasan unsur-unsur anorganik yang esensial bagi tubuh serta melibatkan peristiwa biologis, geologis, dan kimia. Dari hasil uji leterarur, komponen biotik berpengaruh besar terhadap peristiwa daur biogeokimia, karena melakukan peristiwa aliran energi dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem.
Ø  Setiap makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya. Interaksi adalah hubungan yang terjadi antara mahluk hidup dengan  segala sesuatu yang terdapat di sekelilingnya, berupa unsur-unsur biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi makhluk hidup tersebut. Ada beberapa macam interaksi antara lain Simbiosis yaitu pola interaksi Simbiosis adalah interaksi diantara dua makhluk hidup (organisme) yang hidup saling berdampingan, Kompetisi yaitu persaingan dua organisme atau lebih untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka, Predasi yaitu hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa, dan Netral yaitu hubungan antara dua populasi yang tidak saling mempengaruhi
Ø  Terdapat beberapa  Proses Biogeokimia dalam ekosisitem yaitu:
1.      Proses Daur Nitrogen. Nitrogen dalam tubuh makhluk hidup merupakan komponen penyusun asam amino yang akan membentuk protein.
2.      Proses Daur Fosfor. Tumbuhan atau hewan yang mati ataupun sisa ekskresi hewan (urine dan feses) yang berada di tanah, oleh bakteri pengurai akan menguraikan fosfat organik menjadi fosfat anorganik yang akan dilepaskan ke ekosistem.
3.       Belerang (Sulfur). Belerang dalam tubuh organisme merupakan unsur penyusun protein.
4.      Karbon, dan Hydrogen (air).

Daftar Pustaka

Ali Muhamma Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Amani
Arrahim Zaipudin, 2004 Pengetahuan Alam Biologi  palembang: Media Antar Nusa
Harliyono, 1999 Ekosistem Dan Pelestariannya Jakarta: Pustaka Media
Kistinah Idun, Lestari Sri Endang 2009 Bilogi Mahluk Hidup dan Lingkungan. Pusat perbukuan departemen pendidikan Nasional Sumatra Selatan.
Syamsuri Istamar, 2007 Biologi Untuk Sma Kelas X Semester 2. Jakarta : Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar